Wednesday, April 18, 2007

Jalan itu ternyata buntu...

Betapa bodohnya aku,
ketika aku lama berdiri di persimpangan jalan itu,
aku melihat salah satu dari kedua jalan tersebut ada sesuatu yang menyala dan begitu terang bercahaya..

lalu tanpa berpikir panjang aku melangkah ke jalan itu.
Setiap langkah ku hirup udara segar nan wangi bebunga, tak ingin aku berhenti mengendusnya hingga aku abaikan apa-apa yang ada di sekitarku, sedang mata ku mengarah lurus ke depan.. ke arah cahaya itu..

tak lama setelah berjalan kaki, aku memulai berlari... berlari... dan berlari kencang.....
udara segar membasuh wajahku, badanku, dan sekujur tubuhku.....
aku tersenyum dalam lariku... aku berlari lepas tanpa beban...

semakin kencang aku berlari... meninggalkan tempat awal ku berpijak, namun cahaya itu tidak bergerak, tidak ada tanda-tanda akan mendekatiku... keadaannya sama seperti pertama kali aku melihat cahaya itu....
Namun aku tidak mempedulikannya tak menghiraukannya, dalam semangat lariku aku tak merasa letih sedikitpun....

Aku lari semakin kencang...
tiba-tiba aku terpeleset, terpelosok dalam lubang.... yang ternyata lubang itu begitu besar dan aku yakin bahwa lubang itu adalah jurang.... jurang tak beralas tak bertepi...
untungnya aku belum jatuh terlalu dalam di jurang tersebut.. aku tersenggal-senggal bernafas berat, ku pandangi sekujur tubuhku penuh dengan luka namun tak ada darah sedikitpun yang keluar...

Aku berdiri dan melihat ke arah cahaya itu lalu ke jurang di depanku...
Sadar akan situasi yang ada, aku mencari akal bagaimana melewati jurang ini, namun tak ada alat apapun yang bisa ku gunakan untuk melewati jurang ini.

Aku berhenti mencari sesuatu lantas memandang cahaya itu sekali lagi...
Setelah lama ku pandangi, aku berbalik arah... membelakangi cahaya itu dan menjauh dari cahaya nya.

Jauh sudah aku menjauh dari sang cahaya dan sinar cahaya nya tak lagi menerangi jalanku, aku tersesat, mencoba bertahan dengan mencari jalan dalam kegelapan... tak terasa kaki ku terluka karena aku melewati jalan yang penuh duri, aku mendengar suara-suara binatang buas yang tak bisa ku lihat. Aku memutuskan untuk terus berjalan di atas tajamnya duri dan sahut-sahutan binatang buas tak berrupa itu..

Aku tidak bisa kembali ke awal lagi, aku berjalan di dalam kegelapan, entah itu siang atau malam.. aku tidak tahu.

[+/-] Klik untuk baca / tutup artikel ini

Baca Artikel full halaman

Thursday, April 12, 2007

Konsisi...

Jika memang demikian...
Jika memang ini yang harus ku terima...
aku akan menerimanya..
Dan mau tidak mau, aku tetap harus menerimanya...
Bagaimanapun kehidupanku kemarin hingga saat ini, kondisi inilah yang masih ku terima...

Aku berusaha merubah kondisi ini...
Dengan segala daya dan kemampuan ku,
Aku mencoba mengubahnya...
Tetapi aku masih belum bisa merubahnya..

Aku bertanya dalam hati,
Apakah setiap manusia mengalami kondisi ini...
Dari pengalaman hidup setiap orang yang ku baca,
Semuanya hampir tidak mengalami kondisi ini...

Mungkin mereka mengalaminya...
Tetapi tak selama yang ku alami...

Terkadang kehidupan itu seperti keong yang sedang tak bercangkang...
Sangat lunak, rentan terhadap bahaya..
dan kematian....

Aku menyikapi kondisi ini seperti keong tersebut...
Jika aku telah berhasil mendapatkan "cangkang" yang keras..
Pastinya aku sudah terlepas dari kondisi ini..
Terbebas lepas!!!
Dan mendapatkan hasil dari kondisi yang menyakitkan ini....

Setelah kondisi ini usai...
Aku akan bertemu dengan kondisi yang lainnya...
Mungkin lebih berat...
Mungkin lebih menyakitkan...
Siap tidak siap aku akan menghadapinya dengan tegar...

Ku harap aku bisa menghadapinya satu per satu..
Dan kuharap kondisi yang kan kudapat nantinya,
Tidak seberat kondisi yang kualami saat ini....

[+/-] Klik untuk baca / tutup artikel ini

Baca Artikel full halaman

Rasa itu....

Hari ini.. rasa itu bergejolak lagi, rasa dimana emosi dan kecewa menyelimuti fikiran ku. Entah apa yang telah ku perbuat hingga rasa itu selalu menghantuiku. Berdo'a dan berdo'a itu yang selalu ku lakukan, namun hingga sekarang rasa itu tidak dapat ku hindari.

Tadi pagi, ketika aku bangun dan solat subuh, rasa itu telah hadir dalam fikiran ku, mengganggu konsentrasi sholat ku... dan terus menghantuiku sewaktu aku berangkat kerja. Jika rasa itu hadir, rasanya aku tidak ingin melakukan apapun, aku hanya ingin berada di kamar, dan merenungkan kehadiran rasa itu....

Ingin ku tuangkan semua fikiran tentang rasa itu kepada seseorang, namun.. aku tak mampu dan aku tak bisa melakukannya. Karena rasa tersebut telah mengikatku dan siap melukaiku dengan sebilah pisau yang tak tampak, lalu mengiris hatiku.. sakit sekali rasanya jika rasa itu menyentuh hatiku...

Wahai kau rasa.. yang menghantui fikiranku, yang melukai hati ini.. kumohon pergilah menjauh dari ku. Karena sesugguhnya aku telah lelah dengan kehadiranmu..

Entah sampai kapan aku harus terus hidup dengan rasa ini.. tapi yang pasti, hingga hari ini aku masih belum bisa mengendalikan rasa itu....


[+/-] Klik untuk baca / tutup artikel ini

Baca Artikel full halaman

Monday, April 09, 2007

Wisuda kemarin seharusnya kamu atau dia hadir!

Kenapa kamu tidak hadir di wisuda ku kemarin?
Kenapa dia tidak hadir di wisudaku kemarin?

Dua bulan yang lalu aku sudah memberitahuan padamu tentang acara wisuda ku, dengan harap (dan sangat mengharapkan) kehadiranmu, tapi setelah ku katakan itu, kamu sepontan menjawab "aku ga bisa datang". Padahal masih 2 bulan lagi acaranya, padahal masih ada waktu yang lama untuk menentukan kamu bisa datang apa tidak, tapi kenapa kamu sepontan mengatakan itu?? kenapa?

aku kecewa,
tidak mengerti apa yang ada di pikiran mu, aku berhenti memikirkan nya... juga berhenti memikirkanmu. Lebih lagi, sebenarnya aku tidak ingin menghadiri acara wisuda. Toh, wisuda itu hanya ceremonial saja yang untuk mengukuhkan seorang mahasiswa mendapatkan gelar. Persetan dengan itu, aku hanya mengikuti naluri hati yang ingin berfoto menggunakan toga bersama kedua orang tuaku. Selebihnya tidak ada lagi.

Lalu pada dia yang juga ku katakan bahwa aku wisuda hari Sabtu, tanggal 9 April 2007. Dia langsung mengatakan "Ga mau ahh... malu.." tapi alasan dia lebih bisa di terima, karena beberapa hal yang memang ku akui kalau dia hadir di wisuda, dia pasti akan malu.

Whatever lah,,,
Never Mind...

Wisuda hanya menjadi bagian dari perjalanan hidupku, yang mau tidak mau aku harus menjalanin nya.....

[+/-] Klik untuk baca / tutup artikel ini

Baca Artikel full halaman

Monday, March 26, 2007

Diantara persimpangan itu...

Begitu banyak yg ingin ku tulis, banyak yg ingin ku tuangkan di blog ini, tapi apa daya....
aku tidak berani mencurahkan isi fikiran ini, karena aku takut ada yang mengetahui isi hatiku.... terutama 'dia' seseorang yang ku cinta.

Andai dia tau apa yang sedang ku fikirkan, mungkin dia akan sakit hati,,, bahkan mungkin mengecap aku penghianat. Tapi aku tidak merasa menghianatinya, karena aku tidak pernah berikrar sumpah serapah untuknya.

Apa yang kurasa ini begitu indah.. sesuai dengan namanya yang indah....
aku seakan berada di persimpangan jalan, berat kaki untuk melangkah, tak ingin salah langkah... tak ingin pula diam di tempat..

Aku harus tentukan jalan mana yang ku pilih, aku harus yakin dengan langkahku...
keyakinanku masih bimbang di antara ke dua jalan yang begitu mempesona dan memikat hati itu..

Aku tidak boleh diam di tempat, karena jika begini terus akan ada jalan-jalan lain yang terbuka lalu membujuk aku tuk menelusuri nya dan itu semakin membingungkan...

Aku menutup mata, menggunakan indra perasa menelusuri relung batin.. namun tidak ku temukan jua jawabannya...

Raga ini berdiri tegap mengarah jalan itu sedangkan jiwa ini menghadap jalan yang lain...

sampai kapan aku kan begini.. tenggelam dalam gelapnya alam tak sadarku, tidak berani tuk mengambil keputusan... belum siap menanggung resiko menyebabkanku terpaku dalam keraguan.....

[+/-] Klik untuk baca / tutup artikel ini

Baca Artikel full halaman

Tuesday, March 20, 2007

Long weekend make me very long loneliness.....

Huuhhh, menyebalkan memang, libur panjang (3 hari karena libur Nyepi) aku ga kemana-mana. Di rumah nonton TV, ngerjain program, main dengan keponakan ku yg masih berumur 2 tahun.

Kalo di bandingkan dengen teman - temanku.. jauh sekali perbedaannya. Teman kantor ku misalnya, ada yang berlibur ke Yogja bersama pacarnya, ada yang ke Bogor juga dengen pacarnya, ada juga yang mudik ke Medan bersama pacarnya juga. Hikzz.. hikzz.. kalo di banding-bandingkan jauh emang, aku (entah punya pacar apa tidak – karena orang yang mengaku pacarku pulang kampung ke Bandung) merasa kesepian, sendiri dalam gemerlap gumpita dunia ini.

Long Week End ini terasa begitu hampa sekaligus begitu terasa lama nya, pada long weekend ini Aku memutuskan untuk memilih berdiam diri di rumah, menghabiskan waktu untuk membaca Novel karena selama ini aku tidak punya waktu untuk membaca Novel, mempelajari program komputer (ga ada habis-habisnya -- bete dehhhh) lalu bermain dan bercanda dengan keponakkan ku yang bernama Alya sambil nonton DVD Avatar.

Oiya, lagian untuk bulan ini pengeluaran ku BUANYAKKK BANGET. Duuuhhh, aku terlalu enteng mengeluarkan uang (mentang-mentang punya duit). Dan baru terasa pertengahan bulan ini, uang semakin sedikit, bahkan untuk beli pulsa pun aku tunda hingga ber hari-hari. Pacarku (siapa ya??) nyindir-nyindir aku terus karena aku ga punya pulsa, sampai-sampai dia ingin minta temennya untuk di beliin pulsa, lalu pulsa tersebut akadi kirim ke aku. WHATTTZZZ??? What the hell is that? gile bener, sampai segitunya pacarku bela-belain supaya aku punya pulsa dengen minta di beliin pulsa oleh temannya. Tapi aku menolaknya, dan aku marah jika aku di transfer pulsa dari dia, aku bilang “Aku masih mampu beli pulsa, ini cuma aku ga mau isi pulsa aja”.

Kembali ke cerita long week end ku, walaupun liburanku di rumah saja dan terasa hampa, aku masih tetap bersyukur, karena aku bisa melakukan berbagai aktivitas yang selama ini aku tunda (karena kesibukkanku). Aku bisa baca buku, nonton DVD, ngerjain program, mempelajari program baru, dan lain sebagainya...

Jadi, kalo di pikir-pikir lagi, aku tidak terlalu memikirkan long week end harus bersama siapa, harus ke mana, (ga penting gitu loh! tapi penting juga gitu lohhhh... hehehe... ) cukup melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk diriku dan aku menikmatinya....

Ku hanya mengucap: Alhamdulillahi Rabbil Alamin....


[+/-] Klik untuk baca / tutup artikel ini

Baca Artikel full halaman

Monday, February 12, 2007

Perasaan itu datang lagi...

Sungguh tak di duga, perasaan itu kembali menghantuiku lagi. Aku tak tahu harus berbuat apa untuk melupakan rasa ini, sesuatu yang sudah tidak ingin ku rasa. Terakhir rasa ini datang padaku sekitar 5 bulan yang lalu, selama itu aku berhasil menghilangkan pikiran untuk mengingat-ingat rasa itu, mengabaikannya dan melupakannya. Tapi entah kenapa, ‘dia’ datang kembali bulan ini. Aku tak ingin itu terjadi, semakin aku membenci rasa itu, semakin dekat rasa itu padaku, semakin menyelimuti hatiku, semakin menghantui ku dan memenjarakan aku dalam duka....

[+/-] Klik untuk baca / tutup artikel ini

Baca Artikel full halaman

Thursday, February 08, 2007

Jakarta yang rindu banjir, Jakarta yang phobia banjir

Wieehhh!!! Jum'at kemaren Jakarta di timpa musibah banjir euy... sebenernya sih rakyat Jakarta sudah akrab dengan kedatangan banjir, namun banjir yang kemaren bener2 dasyat. cuma dengan hujan 2 hari berturut-turut, kota Jakarta tercinta udah tenggelem (untung tenggelem air, coba lumpur lapindo hehehe...) di tambah lagi Jakarta dapet hadiah air dari Bogor, banjir kiriman dari Bogor ini ni yang bikin Jakarta makin kelelep.

Jum'at pagi aku bener-bener males bangun (dingin... udah gitu di + hujan pula), tapi dengan berat mata aku bangun dan langsung mandi (byar.. byur... emmmg'... emmmg'... plung...) selesai mandi aku ngeliat di luar masih hujan lalu nonton tv dan semua tv beritanya tentang Jakarta di landa banjir!!
langsung aja aku ambil keputusan: Ga masuk kantor!!! hehehe...
ku sms hrd dan atasan ku kalo aku ga kerja, alesannya banjir besar. Atasanku ngebales sms ku, tau apa isi sms nya ?? isinya: "Sama ndry, gw juga ga masuk. rumah gw kebanjiran" wakakakak.... aku ketawa ngebaca smsnya..

seharian aku menghabiskan waktu di rumah, ngebuat program website untuk kampus ku (kebetulan ada waktu bwt ngerjainnya), lalu nonton banjir di tv. Aku sms Qia tapi ga bisa, dia juga sms aku tapi ga bisa dan akhirnya kami bisa smsan hari senin siang (dia udah sedih gitu takut di tinggal aku, hahaha....)

balik lagi ke kisah banjir jakarta, berkat banjir ini banyak penduduk yang mengungsi karena rumahnya kerendem air. Sedih juga sih, karena pasti susah MCK dan tidur ga nyenyak, tapi yang lebih memperihatinkan adalah banyak perabotan rumah tangga yang habis ke rendam air. banyangkan, orang susah payah cari uang untuk beli peralatan rumah tangga seperti tv, radio, kulkas, lemari, dll... rusak begitu saja oleh air banjir. Menyedihkan memang, tapi mau gimana lagi....
di lihat dari sisi lain, selain penduduk mengungsi ada juga yang memanfaatkan datangnya banjir untuk menjarah rumah orang yang sudah kosong di tinggal pemiliknya yang mengungsi. selain itu banyak yang di wawancarain tentang banjir banyak yang mengatakan sudah biasa terhadap banjir, jadi ya santai-santai saja.
ironis memang, mereka (mungkin termasuk aku juga) sudah terbiasa terhadap datangnya banjir, tapi kok ga ada upaya penanggulangannya? kita warga jakarta kebanyakan terlalu sibuk dengan urusan sendiri, dan mengabaikan eksistensi alam. padahal kita hidup karena alam tercipta (bukan Alam nya mbah dukun lho.. hehe..), ekosistem alam di Jakarta udah ga bisa di ukur lagi (pasti buruk) hahaha....
Oleh karena itu, mari kita jaga alam sekitar kita walau hanya sedikit aja. aku ada usul buat pemerintah khususnya untuk Gubernur Jakarta, gimana kalo di adakan kegiatan kerja bakti bersama, serentak seluruh Jakarta dan wajib hukumnya. Jadi tiap RT/RW mendata warganya yang ga ikut kegiatan itu di suruh kirim makanan (lauk + nasi + kue) untuk 1 RT. hehehe....
Lalu para pejabat termasuk Gubernur nya ikut kerja bakti. pasti seru deh (ke gotong royongannya bangkit kembali) lalu Jakarta jadi indah, bagus, elok (kyk nama temen ku :D)

begitchu lah....

Thanks.

[+/-] Klik untuk baca / tutup artikel ini Link

Baca Artikel full halaman